Warga Muba Tak Lagi Diam! Aksi Damai-Tegas “Selamatkan Muba” 3 September, Tuntut Pecat Sekda & 7 Pejabat

Musi Banyuasin//Wartapolri.com – 31 Agustus 2026 — Ratusan masyarakat Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) berencana turun ke jalan dalam aksi damai namun tegas bertajuk “SELAMATKAN MUBA!” pada Kamis, 3 September 2026. Aksi ini digagas oleh DPP Gransi bersama Forum LSM Sumatera Selatan Bersatu, dan dipastikan menjadi gelombang aspirasi warga yang sudah tak tahan lagi terhadap tata kelola pemerintahan daerah.

– Hari/Tanggal: Kamis, 3 September 2026
– Waktu: Dimulai pukul 08.00 WIB
– Titik Kumpul: Halaman Kantor Bupati Muba & Halaman DPRD Muba
– Jumlah Peserta: Diperkirakan lebih dari 300 orang, didampingi mobil komando
– Pemimpin Aksi:
– Supeno — Koordinator Aksi
– Supriyadi — Koordinator Lapangan

Suara masyarakat yang bergema dalam aksi ini sangat jelas dan tegas: Kawal Pemerintahan Bersih, Jujur, Profesional, dan Berintegritas — atau ganti pejabatnya!

Secara spesifik, para peserta aksi menuntut:

* Pemberhentian Sekretaris Daerah (Sekda) Muba
* Pemberhentian 6 Kepala Dinas
* Pemberhentian Direktur Petro Muba

Para penyelenggara menegaskan, tuntutan ini bukan tanpa alasan. Masyarakat sudah lama menyaksikan berbagai kejanggalan dalam pengelolaan keuangan daerah, pelayanan publik yang belum maksimal, serta dugaan penyimpangan yang merugikan kepentingan rakyat Muba.

Supeno, Koordinator Aksi, menyatakan: “Kami tidak lagi diam. Rakyat Muba sudah memberi kesempatan, namun perubahan ke arah yang bersih dan berintegritas tak kunjung hadir. Aksi ini damai, tapi tuntutan kami mutlak dan harus didengar. Kalau tidak mampu memimpin dengan jujur, maka mundur dan beri jalan bagi yang mampu!”

Sementara itu, Supriyadi selaku Koordinator Lapangan mengimbau seluruh peserta: “Tetap menjaga ketertiban dan kedamaian. Aksi ini adalah bukti bahwa rakyat Muba peduli dan berjuang untuk daerahnya sendiri. Tetap damai, tapi suara kami harus bergema sampai ke meja pimpinan.”

DPP Gransi dan Forum LSM Sumatera Selatan Bersatu berharap Bupati Muba dan DPRD Muba merespons tuntutan ini dengan serius, transparan, dan bertanggung jawab. Aksi ini menjadi bukti bahwa masyarakat Muba semakin kritis dan tidak akan membiarkan penyimpangan berlanjut di pemerintahan daerahnya.@tim red

 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *