​Oknum Guru B.Indonesia Di Empat Lawang Tuai Kritik Usai Sebut Wartawan ‘Perlu Belajar Menulis’

​EMPAT LAWANG//Wartapolri.com – Jagat media sosial dan komunitas pers di Kabupaten Empat Lawang tengah dihebohkan oleh pernyataan kontroversial seorang oknum tenaga pendidik berinisial CA. Guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diketahui merupakan istri dari salah satu kepala pasar di wilayah tersebut, memicu kegaduhan setelah melontarkan komentar yang dinilai merendahkan profesi jurnalis.

​Kritik Tajam Terhadap Wartawan Nasional

​Ketegangan bermula saat CA mengomentari produk jurnalistik yang dihasilkan oleh wartawan. Bukannya memberikan masukan konstruktif, CA justru terkesan menggurui dengan menyebut bahwa tulisan jurnalis tersebut tidak memenuhi unsur 5W + 1H.

​Ia bahkan secara terang-terangan meminta awak media nasional untuk “belajar lagi cara menulis,” sebuah pernyataan yang dianggap banyak pihak sebagai bentuk arogansi intelektual yang tidak pada tempatnya.

“dbrita ini tidak adanya unsur 5W + 1 H nyo. Mestiya sebelum membuat brita wartawan tsb mst belajar dl,” tulisnya, Jumat (10/4).

​Sasar Pemberitaan Gas Subsidi dan Isu Penganiayaan

​Tak hanya menyasar media nasional, CA juga melayangkan kritik pedas terhadap pemberitaan salah satu media. Diketahui, media tersebut tengah menyoroti dugaan penggunaan sebuah rumah mewah sebagai tempat penampungan gas melon (LPG 3 kg) bersubsidi. CA menyebut pemberitaan tersebut sebagai “pembodohan publik” dan mengklaim wartawan tidak memahami definisi berita dikomentari oleh Caroline Ajach 19 jam lalu di postingan FB.

​Ironisnya, oknum guru Bahasa Indonesia ini juga dinilai kurang menunjukkan empati terhadap isu kemanusiaan yang sedang berkembang. Hal ini berkaitan dengan kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang wanita yang dituding membocorkan dugaan perselingkuhan oknum tertentu. Komentar-komentar CA di ruang publik dianggap memecah belah opini masyarakat dan justru memperkeruh suasana di saat publik menuntut adanya penyelidikan dari Aparat Penegak Hukum (APH).

​Desakan Pembinaan dari Dinas Pendidikan

​Sikap CA yang dinilai merasa “paling pintar” dan kurang beretika dalam berkomunikasi di ruang publik ini memancing reaksi keras. Sebagai seorang aparatur sipil negara (ASN) yang seharusnya menjadi teladan bagi siswa dan masyarakat, tindakan CA dianggap telah mencoreng citra dunia pendidikan.

​Masyarakat dan pegiat pers kini mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Empat Lawang untuk segera mengambil langkah tegas.
​”Kami berharap Dinas Pendidikan segera memanggil yang bersangkutan untuk diberikan pembinaan. Seorang guru seharusnya paham etika berkomunikasi, apalagi menyangkut tugas jurnalistik yang dilindungi undang-undang,” ujar salah satu perwakilan insan pers setempat.

​Pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Empat Lawang memberikan keterangan resmi terkait komentar oknum guru tersebut.

Menanggapi adanya komentar dari salah satu oknum guru yang diduga berkaitan dengan persepsi terhadap profesi wartawan, kami menyampaikan bahwa:

1.Setiap profesi, baik tenaga pendidik maupun insan pers, memiliki peran strategis dalam pembangunan, khususnya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan menjaga keterbukaan informasi publik.
2.Tenaga pendidik sebagai figur teladan diharapkan senantiasa menjaga etika dalam berkomunikasi, baik di lingkungan sekolah maupun di ruang publik.
3.Kami meyakini bahwa pernyataan yang berkembang dapat saja terjadi karena adanya perbedaan sudut pandang atau miskomunikasi, sehingga perlu disikapi dengan bijak dan tidak saling menyudutkan.

4.Penting bagi semua pihak untuk terus menjaga etika komunikasi, saling menghormati, serta mengedepankan klarifikasi apabila terjadi kesalahpahaman.

5.Kami berharap kejadian ini dapat menjadi pembelajaran bersama untuk memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan insan pers demi terciptanya hubungan yang harmonis dan konstruktif.

6.Kami juga mendorong agar yang bersangkutan dapat memberikan penjelasan secara proporsional guna menghindari kesalahpahaman yang lebih luas.

Demikian disampaikan, semoga semua pihak dapat menahan diri, menjaga kondusivitas, dan terus menjalin kerja sama yang baik ke depan.

 

@jokowarpol

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *