Empat Lawang//Wartapolri.com – 24 Januari 2026 – Program Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra) 2025 yang ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah telah berakhir, namun PT Pos Indonesia hingga saat ini belum memberikan klarifikasi resmi terkait jumlah keseluruhan dana yang dikelola serta jumlah dana yang belum tersalurkan secara nasional.
Sebelumnya, berdasarkan informasi dari pemerintah, total penerima BLTS Kesra 2025 mencapai sekitar 35,04 juta keluarga penerima manfaat (KPM), dengan penyaluran dilakukan melalui dua jalur utama yaitu bank-bank Himbara untuk sekitar 18,3 juta KPM dan PT Pos Indonesia untuk 17,2 juta KPM lainnya. Besaran bantuan yang diterima setiap keluarga adalah Rp 900.000 untuk periode Oktober hingga Desember 2025, yang merupakan akumulasi dari Rp 300.000 per bulan.
Namun informasi mengenai total keseluruhan dan sisa dana yang belum tersalurkan secara keseluruhan masih belum diumumkan oleh PT Pos Tebing Tinggi.
Banyak masyarakat yang menjadi penerima melalui jalur Pos Indonesia yang masih mengeluhkan belum menerima bantuan tersebut, padahal masa penyaluran tahap 2 telah berakhir pada 19 Desember 2025 dan batch terakhir telah dibuka hingga 31 Desember 2025. Bagi penerima yang belum menerima bantuan, pemerintah telah menyediakan berbagai cara untuk melaporkan kendala melalui situs resmi Kemensos, hotline, SMS, maupun media sosial resmi Kemensos.
Hal ini di perkuat oleh beberapa Kepala Desa Dan Kelurahan bahwa ” Berdasarkan informasi masih ada beberapa nama yang belum mengambil, kamu sudah bertanya ke kantor pos bagaimana dengan nama atau sisa yang belum mengambil jawabannya hanya bisa diwakilkan anggota keluarga yang dalam 1 KK, kalau tidak ada kemana dana tersebut (kembali ke pusat)setor balik, kami ingin bukti setor(antisipasi kalau ada yang nanya).
Kehadiran informasi yang jelas dan transparan mengenai jumlah keseluruhan dan belum tersalurkan BLTS Kesra 2025 diharapkan dapat memberikan kepastian kepada masyarakat serta meningkatkan akuntabilitas dalam pelaksanaan program bantuan sosial ini.
Tim Red

