Aksi Damai Di Bulog OKU: Massa Desak Kepala Cabang Mundur, Pungli Dan Kualitas Beras Jadi Sorotan

Baturaja OKU//Wartapolri.com – Puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli OKU (AMP-OKU) menggelar aksi damai di Kantor Drive Bulog OKU, Kamis (12/2/2026).

Mengusung spanduk tuntutan, mereka mendesak Kepala Bulog OKU Raya untuk mundur dari jabatannya. Aksi yang berlangsung di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Kemelak Bindung Langit, Kecamatan Baturaja Timur ini mendapat pengawalan ketat dari aparat Kepolisian Resor Ogan Komering Ulu (Polres OKU) sejak pukul 09.50 WIB.

 

Sebanyak puluhan personel gabungan dari Polres OKU dan Polsek Baturaja Timur diterjunkan untuk mengamankan jalannya aksi.
Sebelum bertugas, apel persiapan digelar di halaman kantor Bulog yang dipimpin oleh Kasat Binmas Polres OKU AKP Ujang Abdul Aziz, S.E. Turut hadir mendampingi Wakapolsek Baturaja Timur Iptu Bustami, Kasi Humas Polres OKU AKP Feri Zulfian, KBO Samapta Iptu Apris Suswanto, serta Kanit Samapta Polsek Baturaja Timur Ipda Fahrudin. Pengamanan dilakukan guna memastikan situasi tetap kondusif selama penyampaian aspirasi berlangsung.

Aksi yang dipimpin Antoni selaku koordinator lapangan ini diikuti sekitar 20 orang massa, dalam orasinya, mereka membentangkan sejumlah spanduk yang berisi tiga tuntutan utama.
1. Massa meminta Kepala Bulog OKU Raya segera mundur karena dinilai lalai dalam melakukan pengawasan distribusi beras bantuan.
2. Mereka menyoroti dugaan kualitas beras bantuan yang tidak layak konsumsi.
3. Massa menuding adanya praktik pungutan liar (pungli) dalam pendistribusian beras di tingkat kecamatan hingga desa.

Tak hanya berorasi di depan kantor, massa aksi kemudian diundang masuk untuk melakukan audiensi.
Pihak Bulog OKU Raya menerima langsung perwakilan pengunjuk rasa dalam pertemuan tertutup yang berlangsung intens.

Dalam forum tersebut, massa kembali menegaskan keprihatinan atas temuan beras rusak yang beredar di masyarakat. Mereka juga mendesak agar pengawasan terhadap kinerja karyawan Bulog diperketat, sekaligus meminta transparansi dalam rantai distribusi bantuan pangan.

Menanggapi sejumlah tuntutan tersebut, Kepala Perum Bulog Cabang OKU menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kepedulian masyarakat. Ia berkomitmen untuk segera melakukan evaluasi internal guna memperbaiki kinerja dan pengawasan yang selama ini dinilai belum maksimal. Pihaknya juga berjanji akan menindaklanjuti setiap laporan terkait dugaan pungli yang merugikan masyarakat penerima manfaat. Dalam kesempatan itu, Bulog memaparkan solusi konkret ke depan.

Kebijakan ini diharapkan dapat memangkas jalur distribusi yang berpotensi disusupi oknum nakal.
Selain itu, masyarakat kini diberikan hak penuh untuk mengembalikan atau return beras yang ditemukan dalam kondisi rusak, turun mutu, atau tidak layak konsumsi langsung ke pihak Bulog.

Menyoal dugaan pungli, Bulog menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah memungut biaya sepeser pun dalam pendistribusian beras bantuan ke wilayah Kabupaten OKU, seluruh proses sebagai transportir bantuan pangan dilakukan secara gratis.

Namun demikian, jika ditemukan praktik pemungutan biaya oleh oknum di lapangan, hal tersebut ditegaskan bukan merupakan kebijakan dari Bulog. Meski begitu, Bulog berjanji akan berkoordinasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten OKU guna memperkuat pengawasan di tingkat kecamatan dan kelurahan/desa.

Usai seluruh aspirasi disampaikan dan penjelasan dari pihak Bulog diterima dengan baik, massa aksi sepakat membubarkan diri.
Sekitar pukul 11.00 WIB, rombongan yang tergabung dalam AMP-OKU meninggalkan lokasi secara tertib tanpa adanya gesekan. Selama rangkaian aksi berlangsung, situasi di sekitar Kantor Drive Bulog OKU terpantau aman, kondusif, dan terkendali berkat sinergi antara aparat keamanan dan peserta aksi.

Tim Red

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *