Lahat//Wartapolri.com – 17 Juni 2026 — Harapan warga Desa Gunung Agung, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat, menjadikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai penggerak roda perekonomian desa, kini berubah menjadi kekecewaan mendalam. Bangunan gedung yang dibangun dengan dana rakyat itu ditemukan dalam kondisi terbengkalai parah, tak terpakai, dan dibiarkan mati suri di tengah semak belukar.
Dari pantauan di lapangan, gedung yang seharusnya menjadi pusat kegiatan usaha dan pengelolaan aset desa itu tampak menyedihkan. Dinding mulai retak, cat memudar dimakan usia, jendela dan pintu tak terawat, sedangkan halamannya ditumbuhi rumput liar setinggi pinggang orang dewasa. Tak ada tanda-tanda bangunan ini pernah difungsikan sebagaimana mestinya sejak rampung dibangun.
“Dulu kami diajak berharap, ini gedung untuk memajukan desa, menyerap anggaran yang tidak sedikit. Tapi kenyataannya? Cuma berdiri diam, tak terurus, tak memberi manfaat apa-apa,” ujar salah satu warga dengan nada geram.
Dana Habis, Manfaat Nol
Bangunan ini dibangun menggunakan alokasi anggaran dari Dana Desa dan bantuan pemerintah yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah. Namun, setelah uang dicairkan dan proyek selesai, tidak ada kejelasan kelanjutan pengelolaan. Tidak ada rapat, tidak ada pengurus aktif, dan tidak ada satu pun kegiatan usaha yang berjalan di dalamnya.
Warga mempertanyakan: Untuk apa menghabiskan uang rakyat jika hasilnya hanya jadi bangunan mati? Apakah ada kesalahan perencanaan, lemahnya pengawasan, atau bahkan ada indikasi penyimpangan anggaran yang sengaja ditutup-tutupi?
Minta Pemerintah Turun Tangan
Kondisi ini memicu kemarahan warga dan elemen masyarakat. Mereka mendesak Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Lahat, Inspektorat, serta pengawas keuangan untuk segera turun ke lokasi. Warga menuntut audit menyeluruh, memeriksa kesesuaian pembangunan dengan RAB, serta memastikan ke mana pertanggungjawaban dana tersebut.
“Kalau tidak bisa dikelola, jangan dibangun. Uang itu berasal dari keringat rakyat. Jangan sampai BUMDes hanya jadi proyek gengsi dan ajang menguras kas desa semata,” tegas perwakilan warga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Kepala Desa Gunung Agung maupun pengurus BUMDes. Publik menunggu jawaban tegas: apakah aset desa ini akan segera dihidupkan, atau dibiarkan terus membusuk hingga menjadi tanda kegagalan pengelolaan keuangan desa.
@Tim Red

