EMPAT LAWANG//Wartapolri.com – 29 Juli 2026 – Kondisi di SMP Negeri 1 Saling kini memprihatinkan dan jauh dari tertib. Kepala Sekolah yang seharusnya menjadi pemimpin dan pengawas utama, justru bagaikan hantu: keberadaannya misterius, sering menghilang sejak pagi hingga jam pulang tanpa pemberitahuan jelas, meninggalkan sekolah tanpa arah dan kendali.
Akibat kosongnya kekuasaan dan tidak ada yang memimpin, suasana sekolah benar-benar kacau. Banyak siswa berkeliaran bebas di lingkungan sekolah, keluar masuk gerbang seenaknya, membolos di kantin atau tempat-tempat lain, sementara guru dan staf merasa tidak berwenang mengambil tindakan tegas karena tidak ada arahan dari pimpinan.
“Ruangan Kepsek selalu terkunci. Kalau ditanya satpam, tidak tahu beliau ke mana. Tanpa komando, semuanya jadi lemah. Siswa jadi berani, banyak yang tidak masuk kelas, jalan-jalan ke mana saja sepuas hati—siapa yang mau melarang kalau pemimpinnya sendiri tidak pernah ada?” keluh seorang wali murid yang meminta namanya disembunyikan.
Bukan hanya sekali dua kali, hal ini sudah sering terjadi. Alasan pergi ke Dinas atau urusan dinas sering diucapkan, tapi tidak pernah ada surat tugas, laporan keberangkatan, maupun penunjukan pejabat sementara pengganti. Urusan administrasi menumpuk, peraturan tidak ditegakkan, dan kedisiplinan sekolah runtuh perlahan.
Wali murid mulai marah besar. “Kami mengantar anak sekolah agar belajar dengan baik, bukan agar berkeliaran bebas seperti orang tidak punya majikan. Kalau Kepseknya terus menghilang seperti hantu yang tak terlihat, lebih baik diganti saja! Jangan mengorbankan masa depan anak-anak,” tegas Bapak Arif, salah satu orang tua siswa yang datang ke sekolah mendapati anaknya sedang duduk-duduk santai bukan di kelas.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi sama sekali dari pihak Kepala Sekolah maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Empat Lawang. Masyarakat menuntut agar hal ini segera diperiksa dan ditindaklanjuti—sebab pendidikan bukan permainan yang bisa ditinggalkan begitu saja saat pemimpinnya ingin menghilang.
Kami akan terus memantau perkembangan kasus ini!
—
@ tim red

