PALEMBANG//Wartapolri.com – 9 September 2026 — Buruknya pelayanan serta kerusakan fasilitas di RSUD BARI Palembang kembali memicu kemarahan publik. DPP LSM GRANSI bersama Forum LSM Bersatu menggelar demonstrasi di Kantor Wali Kota Palembang, Rabu (09/09), menuntut Pemkot segera membenahi rumah sakit daerah tersebut. Situasi sempat memanas dan nyaris ricuh, setelah massa tak kunjung ditemui pejabat berwenang.
Koordinator aksi, Supriyadi, menyoroti kerusakan parah di ruang rawat inap VIP — plafon bocor, lemari rusak, hingga sistem nurse call tak berfungsi. Alat CT Scan juga dilaporkan sering mengalami gangguan. “Kalau ruang VIP saja rusak, bagaimana pemeliharaan fasilitas secara keseluruhan?” tegasnya.
GRANSI mempertanyakan kesesuaian antara besarnya anggaran 2024–2026 dengan kondisi di lapangan. Mereka meminta audit transparan serta pencocokan dokumen anggaran dengan aset fisik rumah sakit.
Tak hanya fasilitas, pelayanan di Unit Gawat Darurat (UGD) juga mendapat protes. Adanya laporan sikap oknum petugas yang dinilai tidak ramah membuat pasien dan keluarga merasa tertekan. “Rumah sakit pemerintah harus melayani dengan hati, bukan menakuti pasien,” ujar Supriyadi.
Ketegangan pecah saat massa tak kunjung ditemui pimpinan Pemkot. Massa berupaya masuk ke area kantor, sempat terjadi dorong-dorongan dengan petugas keamanan. Situasi mereda setelah Kabid Pelayanan Bidang Kesehatan, Arpansa, SKM., M.Si., menerima aspirasi massa dan berjanji menindaklanjuti.
Enam tuntutan disampaikan:
1. Evaluasi menyeluruh kinerja Direktur & jajaran manajemen RSUD BARI
2. Pemeriksaan seluruh fasilitas & alat kesehatan rusak
3. Audit realisasi anggaran 2024–2026
4. Verifikasi kesesuaian dokumen & aset fisik
5. Pembenahan pelayanan pasien, terutama di UGD
6. Pergantian Direktur jika terbukti tak mampu
GRANSI tegas tak akan berhenti di sini. Aksi Jilid 2 direncanakan digelar di Kantor Wali Kota Palembang dan lanjut ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan untuk menagih janji serta meminta pemeriksaan hukum jika ditemukan pelanggaran. “Kami mengawal sampai perbaikan nyata,” pungkas Supriyadi.
@Tim red

