CARUT-MARUT BPS EMPAT LAWANG: Dugaan Potongan Uang, Pertemuan Di Rumah Warga, Data Kabur, Petugas Mundur Tidak Di Laporkan — Kepala BPS MENGHILANG BAK HANTU!

EMPAT LAWANG//Wartapolri.com –
Dugaan ketidakberesan di lingkungan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Empat Lawang kian menumpuk dan tak kunjung mendapat penjelasan! Mulai dari dugaan pemotongan uang honor dan transportasi saat pelatihan, paket data yang tak jelas rimbanya, hingga petugas yang mundur namun tak dilaporkan, serta pertemuan PPL dan PML sekecamatan yang diadakan di rumah warga — semuanya berantakan! Dan yang paling ironis: Saat diminta pertanggungjawaban, Kepala BPS MENGHILANG BAK HANTU! Tak terlihat batang hidungnya!

Dari tangan beberapa Petugas Pengumpul Lapangan (PPL), uang hak mereka berkurang tanpa alasan jelas! Setiap orang diduga dipotong Rp50.000 hingga Rp100.000 dari honor pelatihan dan biaya transportasi Sensus Ekonomi 2026. Tidak ada surat keputusan, tidak ada alasan resmi, tidak ada tanda terima pemotongan — yang ada hanya angka yang berkurang begitu saja!

Luar biasa! Pertemuan penting yang melibatkan seluruh PPL dan Pengawas (PML) se-kecamatan — bukannya diadakan di kantor atau tempat yang layak — justru digelar di rumah warga biasa! Tanpa fasilitas memadai, tanpa kelayakan, seolah-olah ini bukan urusan negara yang dibiayai uang rakyat!
Apakah anggaran pertemuan itu pun ikut “berkurang” di jalan? Mengapa pertemuan resmi negara harus menumpang di rumah penduduk? Publik berhak tahu!

Uang untuk paket data internet yang dijanjikan kepada petugas pun menjadi teka-teki! Sebagian petugas mengaku tidak pernah menerima paket data, namun namanya tercatat seolah-olah sudah menerimanya! Apakah dugaan anggaran data itu ikut dipotong dan masuk ke kantong yang tidak berhak? Hitam di atas putih, uangnya dicairkan — tapi manfaatnya kabur entah ke mana!

Dugaan petugas yang mundur di tengah jalan karena tak tahan sanggup! Namun pengunduran diri mereka tidak pernah dilaporkan ke atas! Artinya — nama mereka tetap tercatat seolah masih bertugas, anggaran tetap ditarik atas nama mereka, padahal yang bersangkutan sudah tak ada! Ini sungguh mencurigakan! Siapa yang menikmati anggaran atas nama petugas yang sudah mundur itu?

Di tengah semua kekacauan yang menumpuk ini, sosok yang paling bertanggung jawab justru TIDAK TERLIHAT! Berkali-kali awak media mendatangi kantor, berkali-kali pula alibi berubah-ubah! Awalnya “ada di ruangan”, lalu “baru saja keluar”, lalu “tidak ada di tempat” — MENGHILANG BAK HANTU! Seperti bayangan yang tak bisa disentuh!Apakah menghindar adalah satu-satunya cara memimpin? Apakah semua kekacauan ini terlalu berat untuk dijelaskan? Mengapa pemimpin yang seharusnya menjawab malah bersembunyi?

Dari dugaan pemotongan uang, pelatihan yang tidak pada tempatnya, paket data yang fiktif, hingga petugas yang mundur namun anggarannya tetap ditarik — semua ini memerlukan penjelasan lengkap dan terbuka.

 

Kepala BPS Empat Lawang tidak bisa terus bersembunyi! Menghilang bukan jawaban! Datanglah, hadapilah, dan jelaskan secara transparan setiap rupiah yang keluar masuk! Sebelum rakyat sendiri yang datang menuntut kejelasan dengan cara yang lain!

 

Sampai berita ini diturunkan, Kepala BPS Empat Lawang belum juga memberikan penjelasan apa pun! Ke mana ia pergi? Apa yang sebenarnya disembunyikan? Pantau terus!

@EV

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *