PAGAR ALAM//WARTAPOLRI.COM — Setahun sekali! Momen paling sakral! Saat seluruh pemimpin bangsa berkumpul mendengarkan arah masa depan negeri — Pimpinan DPRD Pagar Alam JUSTRU MENGAMBIL CUTI KE LUAR KOTA! Sidang Paripurna HUT Kemerdekaan RI ke-81 ditinggal pergi begitu saja!
Kemarahan masyarakat meluap tak terbendung. Dan kini, Dr. H. Deni Priansyah, S.Ag., M.Pd.I., Ketua PCNU Pagar Alam sekaligus Rektor Institut Agama Islam Pagar Alam, angkat bicara tanpa tedeng aling-aling — DENGAN KETEGASAN YANG MEMBATU!
CUTI BOLEH, TAPI JANGAN LUPA — JABATAN ITU AMANAT, BUKAN HAK MILIK PRIBADI!”
“Memang secara administrasi, dalihnya sah. Memang belum ada pasal yang dipasangkan. TAPI DENGAN ALASAN APA KITA MEMBIARKAN ORANG MEMEGANG JABATAN PENTING LALAI DI HARI PALING PENTING SETAHUN SEKALI?” seru Dr. Deni dengan nada membara, Minggu (16/8/2026).
“JANGAN SEMBUNYI DI BALIK KATA ‘CUTI’! Yang dilanggar BUKAN sekadar aturan — YANG DILANGGAR ADALAH KEWAJIBAN MENGHADIR, TANGGUNG JAWAB MEWAKILI RAKYAT, DAN ETIKA YANG SEHARUSNYA MENJADI CERMIN PEMIMPIN! Kalau sidang kenegaraan saja dianggap remeh, MAKA APA YANG MASIH DIANGGAP PENTING OLEH MEREKA?”
* TIGA TUDINGAN TERANG BENDERANG!
– Momen Setahun Sekali Dianggap SEBELAH MATA!
Sidang Tahunan MPR, Sidang Bersama DPR-DPD, Paripurna DPR
– SEMUA jatuh di tanggal 14 Agustus! Kalau hari itu saja ditinggal cuti, BERARTI TIDAK ADA YANG CUKUP PENTING BAGI MEREKA KECUALI KEPENTINGAN PRIBADI SENDIRI! Jabatan di pundak, tapi hatinya entah ke mana!
– Kebijakan Nasional Tak Didengar Langsung — BAGAIMANA MEMBAWA KEBERUNTUNGAN BAGI PAGAR ALAM?
Pidato Kenegaraan memuat arah kebijakan satu tahun ke depan! Asta Cita Presiden Prabowo, sinkronisasi APBN-APBD 2027, peluang dan tantangan efisiensi anggaran — SEMUA DIBACAKAN DI SANA! Kalau tak hadir mendengar langsung, APA DASAR MEREKA MENYUSUN PROGRAM DAERAH? Apakah cukup mengandalkan kabar berita? APAKAH ITU CUKUP MEWAKILI RAKYAT?
– PERINGATAN KERAS: Jangan Tunggu MASUK MAHKAMAH KEHORMATAN DEWAN!
Mengacu PP No.12 Tahun 2018: “Tata Tertib DPRD”. Dr. Deni memperingatkan: ATURAN TERTULIS BELUM DILANGGAR, TAPI KODE ETIKA SUDAH DIAMBANG BATAS! Kelalaian seperti ini, jika terus dibiarkan — BISA MENJADI ALASAN KUAT UNTUK DIPROSES DI MAHKAMAH KEHORMATAN DEWAN! Jangan tunggu ditegur dan diadili baru sadar diri!
PESAN TERAKHIR YANG MENGGEMA:
“Pimpin Daerah Itu Bukan Sekadar Duduk Di Kursi Empuk! Pimpin Daerah Itu HADIR SAAT DI PERLUKAN — TERUTAMA SAAT SEMUA MATA RAKYAT SEDANG MEMANDANG! Kalau Sidang Kenegaraan Saja Diabaikan, MAKA JANGAN HARAP RAKYAT AKAN MEMPERCAYA MEREKA SAAT MENGURUS NASIB SEHARI-HARI!”
“Kembalilah ke jalan benar. Taatilah amanat rakyat. Sebelum rakyat sendiri yang datang meminta pertanggungjawaban — BUKAN LAGI DENGAN KATA-KATA, TAPI DENGAN KEMARAHAN YANG TAK BISA LAGI DITAHAN!”
@EV

