EMPAT LAWANG//Wartapolri.com – Isu penyalahgunaan dan ketidakjelasan peruntukan kendaraan dinas di lingkungan Balai Penyuluhan KB Kabupaten Empat Lawang kini mulai terbuka. Namun, Kepala Dinas BKKBN setempat justru membantah tegas adanya unsur pembiaran dalam pengelolaan aset negara tersebut.
Dalam penjelasannya, pejabat itu menyatakan: “Tidak ada pembiaran. Penggunaan kendaraan dinas sudah sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.”
⚠️ KATA-KATA TEBAL TANPA BUKTI JELAS?
Pernyataan tersebut justru memicu gelombang pertanyaan baru dari masyarakat dan para pengamat. Bagaimana mungkin diklaim tidak ada pembiaran, sementara di lapangan terlihat jelas:
– 🚙 Kendaraan dinas beroperasi tanpa kejelasan siapa yang mengemudikan dan untuk keperluan apa
– 📋 Catatan penggunaan tidak transparan, sulit dilacak kapan dipakai untuk tugas dan kapan untuk kepentingan pribadi
– 🤐 Saat diminta rincian perawatan dan jadwal pemakaian, justru tertutup rapat dan lempar bola ke bagian lain
Jika tidak ada yang disembunyikan, mengapa begitu sulit membuka data pemakaiannya?
📢 TEGAS! Masyarakat Tuntut BUKTI, BUKAN SEKADAR KATA!
Warga dan pengamat transparansi menegaskan: Pernyataan “tidak ada pembiaran” itu tidak cukup! Kalau memang bersih, buktikan dengan:
✅ Tampilkan buku log pemakaian kendaraan secara lengkap dan terbuka
✅ Sebutkan siapa yang bertanggung jawab atas setiap unit kendaraan
✅ Jelaskan siapa yang membawa pulang kendaraan ke rumah-rumah pejabat
✅ Tunjukkan rincian biaya BBM dan perawatan yang dibayarkan dari kas negara
“Jangan cuma bantah tanpa bukti. Kalau memang bersih, BUKA SEMUA DATANYA! Rakyat berhak tahu ke mana kendaraan milik rakyat itu dibawa!” tegas warga yang meminta namanya tidak dipublikasikan.
🔍 Awasi Terus!
Publik kini tak lagi puas dengan sekadar pernyataan bantahan. Yang diminta adalah keterbukaan nyata dan pertanggungjawaban tertulis. Jika memang tidak ada pembiaran, seharusnya sangat mudah untuk menampilkannya. Jangan sampai kata “tidak ada pembiaran” justru menjadi bukti bahwa ada sesuatu yang sedang DITUTUPI!
Perkembangan ini akan terus dipantau. Rakyat menunggu: BUKTI, BUKAN ALASAN!
@tim red

