Muara Pinang//Wartapolri.com – Sebagai salah satu wilayah tertua dan bagian dari empat pilar pembentuk nama Empat Lawang, Kecamatan Muara Pinang menyimpan sejarah panjang yang terjalin erat dengan perjalanan budaya, perjuangan, dan tata pemerintahan di dataran tinggi Sumatera Selatan.
Asal Nama dan Akar Budaya
Nama Muara Pinang mengandung makna geografis dan kehidupan masyarakat setempat: “Muara” merujuk pada pertemuan aliran sungai, sedangkan “Pinang” menunjukkan kelimpahan tanaman pinang yang tumbuh subur di sana. Dalam tradisi lisan masyarakat Lintang Empat Lawang, wilayah ini dipimpin oleh Ki Gede Muara Pinang atau Rio Kindi, salah satu dari empat pendekar sakti penjaga wilayah yang menjadi asal mula nama “Empat Lawang”. Desa Sawah di Muara Pinang bahkan disebut sebagai salah satu dari empat pintu gerbang wilayah tersebut.
Masa Pemerintahan Tradisional hingga Kolonial
Jauh sebelum pembagian administratif modern, Muara Pinang menjadi bagian dari sistem Marga dan pemerintahan adat yang kuat. Pada masa Hindia Belanda, wilayah ini masuk ke dalam Onderafdeeling Ampat Lawang, bagian dari Afdeeling Tebing Tinggi di bawah Keresidenan Palembang . Masyarakatnya dikenal gigih melawan kebijakan kolonial, seperti yang tercatat dalam perlawanan tahun 1945–1948 akibat sistem perpajakan dan kerja paksa yang menindas.
Menjadi Bagian dari Kabupaten Empat Lawang
Sebelum tahun 2007, Muara Pinang adalah salah satu kecamatan di wilayah barat Kabupaten Lahang. Statusnya diperkuat secara resmi melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Empat Lawang, yang disahkan DPR pada 8 Desember 2006 dan diresmikan pada 22 April 2007. Dalam peraturan ini, Muara Pinang ditetapkan sebagai salah satu dari tujuh kecamatan awal pembentuk kabupaten baru tersebut .
Menariknya, semula wilayah ini direncanakan sebagai pusat pemerintahan kabupaten, namun akhirnya ibu kota ditetapkan di Tebing Tinggi. Saat ini, Muara Pinang memiliki luas sekitar 193,72 km², membawahi 22 desa, dan dikenal sebagai wilayah dengan ketinggian tertinggi di Kabupaten Empat Lawang .
Warisan dan Potensi Kini
Selain sejarah, Muara Pinang menyimpan kekayaan alam seperti air terjun Curug Embun dan Curug Tinggi, serta perkebunan kopi Robusta yang menjadi kebanggaan daerah. Tradisi budaya masyarakat Lintang dan Pasemah masih lestari, menjadikan kecamatan ini sebagai salah satu benteng identitas sejarah dan budaya di Empat Lawang.
By. Kaperwil Sumsel

