Empat Lawang//Wartapolri.com – 29 Desember 2025
Penyaluran BLTS Kesra melalui PT Pos Indonesia di Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang diduga mengalami penyimpangan.
Hal ini terungkap setelah adanya dugaan perbedaan jumlah penerima di desa Seguring Kecil dimana keterangan warga ada 8 orang yang menerima.
Tapi hal ini jauh berbeda dengan jumlah yang ada berdasarkan sumber yang didapat untuk penerima BLTS Kesra di desa Seguring Kecil berjumlah 38 orang. Menurut awak media kalau benar dugaan ini ada 30 nama yang di gelapkan, jika dikalikan dengan uang yang diterima 30×900.000= Rp.27.000.000
Sementara itu Kepala Desa Seguring Kecil saat di konfirmasi melalui pesan Whatsap menjawab “Itu dari kantor pos, yang ngasi tau itu namanya Ten”.
Sedangkan Ten, berdasarkan informasi dari warga yang menerima “Ten tau dari hp, langsung datang ke pos nemui pak Yayan untuk ngecek namanya, pak Yayan minta data dengan Nopi setelah itu Ten mengecek namanya teryata tidak ada, lalu nama-nama yang nerima di bawanya untuk di beritahukan ke warga yang bersangkutan.
Yayan TKSK Kecamatan Tebing Tinggi saat di konfirmasi melalui pesan Whatsap dengan nomor 0822 4451 2542 menjawab “Maaf dindo, biasanya pendamping pkh yang membagikan undangan dari kantor pos, coba dindo konfirmasi ke pak pos”.
Sementara itu PT Pos Tebing Tinggi masih dalam upaya konfirmasi.
Di samping itu BLTS Kesra adalah program bantuan langsung tunai sementara yang diberikan kepada 35 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dengan total bantuan Rp900.000 per keluarga (Rp300.000 per bulan selama tiga bulan Oktober-Desember 2025) untuk menjaga daya beli masyarakat dan mengurangi dampak inflasi. Pemerintah telah melakukan pemantauan untuk memastikan penyaluran tepat sasaran dan akan terus memperbaiki sistem pendataan agar bantuan semakin akurat dan akuntabel.
Tim Red

